Tentang Act and Feel

Penjelasan tentang penelitian Act and Feel

Pengantar

Banyak orang di seluruh dunia mengalami depresi, termasuk di Indonesia. Di negara-negara maju, perhatian terhadap penanganan depresi sudah sangat disoroti. Layanan penanganan depresi pun sudah sangat berkembang, mulai dari yang berupa tatap muka dengan ahli kesehatan mental seperti psikolog dan psikiater, hingga yang disajikan melalui internet. Di Indonesia sendiri, layanan kesehatan mental, termasuk untuk menangani depresi masih terus dikembangkan dan diperkenalkan kepada seluruh masyarakat.

Saya, Retha Arjadi, M.Psi., Psikolog, saat ini sedang menjalani studi Doktoral (S3) pada bidang psikologi klinis di University of Groningen, Belanda. Untuk disertasi Doktoral saya, saya sedang mengadakan penelitian berupa uji coba pertolongan online untuk depresi di Indonesia. Studi Doktoral saya ini didukung oleh pembiayaan beasiswa penuh dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kementerian Keuangan, Republik Indonesia. Dalam melaksanakan penelitian ini, saya dibimbing langsung oleh dua orang pembimbing ahli bidang psikologi klinis, Prof. Dr. Claudi L.H. Bockting dan Dr. Maaike Nauta. Penelitian ini dapat terselenggara atas kolaborasi antara University of Groningen dan Utrecht University, Belanda bersama dengan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta.

Nama penelitian

Act and Feel: Pertolongan online untuk depresi di Indonesia

Tujuan penelitian

Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas pertolongan online untuk depresi di Indonesia.

Target dan pemilihan partisipan

Penelitian ini membutuhkan partisipan berusia 15-65 tahun yang sedang mengalami depresi dengan tingkat yang memungkinkan untuk diberi pertolongan psikologis. Siapa saja, termasuk kamu, diperbolehkan untuk berinisiatif mencoba mendaftarkan diri untuk menjadi partisipan dalam penelitian ini dengan mengisi asesmen screening secara online pada tautan berikut: ASESMEN SCREENING ACT AND FEEL .

Apabila hasil screening menunjukkan bahwa kamu memenuhi kriteria awal partisipan yang kami butuhkan, maka peneliti akan menghubungi pendaftar untuk meminta kesediaanmu mengikuti asesmen lanjutan melalui telepon selama kurang lebih 30 menit hingga 100 menit. Jika hasil asesmen lanjutan menunjukkan bahwa pendaftar memenuhi kriteria penuh partisipan yang kami butuhkan, maka pendaftar akan secara resmi terpilih dan diundang untuk berpartisipasi dalam penelitian ini dengan terlebih dahulu mengisi formulir kesediaan partisipasi yang disediakan.

Adapun pendaftar yang tidak memenuhi kriteria penelitian ini akan mendapatkan penjelasan dari peneliti mengenai alasan yang membuat mereka tidak memenuhi kriteria yang dimaksud, serta jika diperlukan, akan disarankan untuk menemui ahli kesehatan mental sesuai kebutuhan mereka masing-masing terkait kondisi kesehatan mental mereka saat itu.

Mekanisme penelitian

Penelitian ini akan membandingkan dua kelompok pertolongan online untuk depresi. Pertolongan online yang pertama adalah berupa edukasi seputar depresi yang disajikan melalui website. Sementara itu, pertolongan online yang kedua adalah berupa aktivasi perilaku untuk depresi yang juga disajikan melalui website. Masing-masing akan disajikan di dalam sebuah website, dan untuk mengaksesnya, partisipan akan membutuhkan username dan password yang hanya dapat dibuatkan oleh peneliti setelah formulir kesediaan partisipasi diisi lengkap.

Masing-masing partisipan akan diundi secara acak untuk masuk ke dalam salah satu dari kedua kelompok tersebut dengan peluang 50%-50% yang disebut sebagai proses randomisasi. Randomisasi dilakukan menggunakan program komputer dengan algoritma yang dirancang khusus untuk melakukan pengundian acak guna menghasilkan jumlah partisipan yang setara pada dua kelompok yang hendak dibandingkan dalam penelitian ini. Untuk menjaga keabsahan randomisasi, peneliti tidak memiliki kewenangan untuk memindahkan partisipan dari satu kelompok ke kelompok lain atas alasan apapun yang tidak sesuai dengan hasil randomisasi oleh program komputer, termasuk jika partisipan memintanya. Hal ini diatur dan diawasi secara ketat oleh dewan pembimbing demi menghindari pelanggaran.

Kendati isi dua jenis pertolongan online untuk depresi yang akan dibandingkan di dalam penelitian ini berbeda, namun kedua kelompok akan sama-sama dimonitor kondisinya dari waktu ke waktu menggunakan serangkaian asesmen kesehatan mental berupa kuesioner dan wawancara yang persis sama.

Asesmen dan monitoring: kuesioner dan wawancara (dan kerahasiaan data)

Dalam penelitian ini, partisipan akan diminta memberikan data diri dan informasi terkait, namun seluruh data akan dijaga kerahasiaannya dan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian saja. Seluruh partisipan penelitian akan diminta menjalani asesmen awal sebelum pertolongan online untuk depresi diberikan, asesmen mingguan selama 10 minggu berturut-turut, kemudian disusul dengan asesmen di bulan ketiga dan bulan keenam. Asesmen yang paling komprehesif akan dilakukan pada saat asesmen paling awal (setelah screening/sebelum pemberian pertolongan online) dan di minggu ke-10, yaitu berupa wawancara via telepon selama 30 menit – 100 menit dengan waktu yang dapat disesuaikan dan rangkaian kuesioner online yang komprehensif (sekitar 30-40 menit pengisian). Sementara itu, asesmen mingguan selama 8 minggu berturut-turut akan berupa pengisian serangkaian kuesioner online yang memakan waktu sekitar 5 – 10 menit. Di bulan ketiga dan keenam, asesmen yang akan diberikan adalah berupa serangkaian kuesioner online kembali (kira-kira 30 – 40 menit pengisian).

Asesmen yang detil dan berkesinambungan di dalam penelitian ini merupakan hal yang sangat penting karena bermanfaat untuk melihat perubahan ataupun perkembangan yang terjadi pada diri setiap partisipan hingga jangka panjang. Selain itu, asesmen ini pun berfungsi sebagai sarana untuk memonitor/memantau kondisi setiap partisipan dari waktu ke waktu. Asesmen yang berkesinambungan ini akan memberi informasi kepada peneliti jika ada partisipan yang sekiranya mengalami penurunan kondisi yang drastis atau kondisi negatif lainnya, sehingga dapat dilakukan langkah-langkah tertentu demi mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Waktu penelitian

Waktu penelitian dimulai semenjak asesmen pertama sampai asesmen yang terakhir, yang berarti memiliki total waktu 6 bulan. Namun, tidak seluruhnya dari 6 bulan tersebut akan dipenuhi dengan intensitas kegiatan penelitian. Untuk 8 minggu hingga 3 bulan pertama akan diisi dengan pemberian pertolongan online untuk depresi dan asesmen berkala yang komprehensif. Sementara itu, 3 bulan terakhir tidak diisi dengan kegiatan apapun, hanya menunggu untuk asesmen terakhir, yaitu asesmen bulan keenam. Waktu untuk mulai bergabung dalam penelitian dapat berbeda-beda untuk setiap partisipan, namun setiap partisipan akan memiliki rentang waktu partisipasi yang totalnya sama (6 bulan).

Keuntungan dari partisipasi

Dengan partisipasi dalam penelitian ini, setiap partisipan akan berkesempatkan untuk mendapatkan penanganan untuk depresi yang sedang dialami. Dengan demikian, setiap partisipan berpeluang mengatasi depresi dan menjadi semakin sehat mental secara umum. Pertolongan online untuk depresi yang didapatkan dalam penelitian ini dapat dimanfaatkan kembali oleh seluruh partisipan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan setelah penelitian ini berakhir.

Selain itu, sebagai ucapan terima kasih karena telah bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini, setiap partisipan juga akan memperoleh insentif berupa uang senilai Rp250.000,- yang akan diberikan via transfer bank. Insentif ini hanya diberikan kepada partisipan yang berpartisipasi dalam penelitian ini hingga menjalani asesmen terakhir, yaitu asesmen bulan keenam.

Kerugian yang mungkin dialami dari partisipasi

Hal yang mungkin akan dirasa cukup menuntut partisipan dalam penelitian ini adalah kesediaan untuk berpartisipasi secara konsisten untuk mengakses pertolongan online untuk depresi dan menjalani rangkaian asesmen sesuai kebutuhan penelitian selama total waktu 6 bulan. Namun demikian, kami berharap setiap partisipan dapat memahami bahwa seluruh prosedur tersebut dibutuhkan untuk memastikan proses monitoring dan evaluasi efektivitas pertolongan online untuk depresi ini dapat dilakukan sesuai standar penelitian yang baik dan berkualitas. Dengan demikian, hasil penelitian ini pun kelak dapat bermanfaat bagi perkembangan layanan kesehatan mental, khususnya depresi, di Indonesia.